Kolom

SELAMAT JALAN EYANG NOTO

SOLO-JAWA TENGAH, JARRAKPOSJAMBI.COM

Sungguh hari yang berat, Kematian datang serba cepat.

Saat kami masih ingin bersama

Eyang Noto
Berpuluh tahun lampau
Kala sang mentari belum muncul
Engkau jalani perjuanganmu
Dengan cinta dan kasih
Dengan kesederhanaanmu
Mengkais rejeki untuk anak-anakmu

Perjuangan panjangmu
Pengabdian dan cintamu tak pernah bertepi

Kami sudah Eyang ajari
Makna kearifan
Makna kebaikan
Makna keikhlasan,
Kami menemukannya kebersahajaanmu
Kebersahajaan yang apa adanya

Hormat dan kasih kami dalam balutan keanggunan cintamu
Engkau beri kami ribuan cinta
yang tulus tanpa menuntut balas

Ucapanmu lembut
Tak ada teriakan apalagi cacian
Tutur-katamu menyenangkan
Teguranmu sopan tak berlebihan
Namun tegas dalam memutuskan

Eyang Noto,
Kami merasa nyaman denganmu
Engkau adalah dekat dengan siapa saja
Semua menjadi sahabat, anak, dan cucu-cucumu

Tahukah Eyang…
Ingin sekali kami memelukmu dengan rasa hormat
Menghaturkan terima kasih
Karena bersedia mengajari
Dengan setulus-tulus hati
Membina kami anak-anak dan cucu-cucumu.

Tahukah Eyang…
Bahwa kami mencintaimu
Bahwa kami menyayangimu
Tak ingin terpikir oleh kami menyakiti hatimu,
Apalagi membuatmu kecewa atau marah
Maafkan kami jika banyak yang tak berkenan.

Sinar mentari
Awan yang berarak
Angin yang berhembus
Mengajakmu naik
membawamu pergi menghadap Sang Khalik

Selamat jalan Eyang Noto.

Solo, 26.03.2020

/(TP)/jarrakposjambi.

Editor ; Seno

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close